Moskow Gelar Vaksinasi COVID-19 Massal, Tim Medis dan Guru Jadi Prioritas

Sebanyak 70 klinik di Moskow dilibatkan untuk vaksinasi COVID-19 massal yang diprioritaskan untuk tim medis, guru, dan pekerja sosial.

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 05 Des 2020, 19:35 WIB
Perawat menyuntikkan vaksin corona Sputnik V di tengah pandemi yang sedang berlangsung di sebuah klinik di Moskow, Sabtu (5/12/2020). Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pihak berwenang memulai vaksinasi massal untuk orang-orang berisiko tinggi tertular Covid-19. (Kirill KUDRYAVTSEV/AFP)

Bola.com, Moskow - Otoritas kesehatan di Moskow mulai mendistribusikan vaksin COVID-19 buatan Rusia, Sputnik V, ke masyarakat pada Sabtu (5/12/2020). Sebanyak 70 klinik menjadi tempat pendistribusian vaksin yang menyasar tenaga medis, guru, dan pekerja sosial.

Pemberian vaksin COVID-19 Sputnik V ketiga profesi tersebut dilakukan karena memiliki risiko tertular virus corona yang tinggi. Vaksin Sputnik V ini juga bisa didapat secara gratis oleh masyarakat Rusia.

Advertisement

"Anda bekerja di lembaga pendidikan dan memiliki prioritas utama untuk Vaksin COVID-19 secara gratis," kata seorang warga Moskow yang berprofesi sebagai guru seperti dikutip Reuters, Sabtu (5/12/2020).

Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, menyebut pemberian vaksinasi COVID-19 ini mendapatkan perhatian besar dari masyarakat. Dalam lima jam pertama, sudah lebih dari 5 ribu orang mendaftarkan diri untuk mendapatkan vaksin Sputnik V.

"Selama lima jam pertama, 5 ribu orang mendaftarkan yang berasal dari profei guru, dokter, pekerja sosial, dan mereka yang saat ini mempertaruhkan kesehatan dan nyawanya," ucap Sergei Sobyayin.

Pemerintah Moskow membatasi rentang usia hingga 60 tahun yang diperbolehkan untuk mendapatkan vaksin COVID-19. Adapun wanita hamil dan mereka yang memiliki penyakit pernapasan dalam dua pekan terakhir dilarang mendapatkan vaksinasi.

Rusia telah mengembangkan dua vaksin COVID-19 yakni Sputnik V yang didukung oleh Dana Investasi Langsung Rusia. Adapun satu vaksin lagi yang dikembangkan Institut Vektor Siberia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Berita Terkait