5 Transfer yang Dibatalkan karena Penolakan Fans: Pogba Diempas Fans PSG karena Ketahuan Dukung Marseille

oleh Choki Sihotang diperbarui 15 Agu 2022, 15:55 WIB
Juventus dianggap untung besar usai berhasil mendapatkan Paul Pogba secara gratis pada bursa transfer musim panas ini. Padahal, banderol sang pemain ditaksir mencapai 48 juta euro. Pogba tak ingin memperpanjang kontraknya di Manchester United yang habis pada bulan lalu sehingga membuatnya berstatus sebagai free agent. Saat di Old Trafford, Pemain berkebangsaan Prancis tersebut tercatat telah bermain sebanyak 233 laga dengan mencetak 39 gol dan 51 assist. (AFP/Paul Ellis)

Bola.com, Jakarta - Klub sebesar Manchester United (MU) harus mempertimbangkan banyak faktor ketika merekrut pemain baru. Salah satu faktor yang harus dipertimbangkan adalah suara suporter. 

Sering dikatakan bahwa pendukung sepak bola hanya peduli dengan kemenangan timnya. Namun, dalam beberapa kesempatan, tekanan penggemar telah membuat klub sejumlah klub berpikir dua kali untuk mendatangkan pemain baru.

Advertisement

Di bawah tekanan fans, beberapa pemain bahkan harus mengubur mimpinya untuk bermain dengan klub yang sudah lama mengincarnya. Daua pemain beken macam Cristiano Ronaldo dan Paul Pogba pernah mengalaminya.

Di bawah ini, seperti dilansir Planet Football, ada pemain lain selain Ronaldo dan Steven Gerrard.

 

2 dari 6 halaman

1. Marko Arnautovic

Penyerang Bologna, Marko Arnautovic berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Inter Milan selama pertandingan lanjutan Liga Serie A Italia di stadion Renato Dall'Ara di Bologna, Italia, Kamis (28/4/2022). Bologna menang atas Inter Milan dengan skor tipis 2-1. (Massimo Paolone/LaPresse via AP)

Berakhir sudah mimpi Arnautovic bermain di Old Trafford musim ini. Seperti diketahui, Manchester United akhirnya memutuskan menghentikan perburuan terhadap striker Bologna berusia 33 tahun itu. Arnautovic tadinya diplot guna mengisi posisi yang ditinggalkan Edinson Cavani.

Apa pasal? Ternyata, Arnautovic belakangan diketahui pernah terjerat kasus rasisme. Itulah yang membuat pendukung Setan Merah melayangkan protes keras ke manajemen via email agar tak membawa pemain berkebangsaan Austria tersebut ke The Theatre of Dreams.

 

3 dari 6 halaman

2. Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo terlihat lesu saat Manchester United dibantai Brentford 0-4 di Gtech Community Stadium dalam lanjutan Liga Inggris 2022/2023, Sabtu (13/8/2022). (AP Photo/Ian Walton)

Masa depan Cristiano Ronaldo di Manchester United belum jelas. Megastar asal Portugal itu lantas dikaitkan dengan sejumlah klub dan satu di antaranya adalah Atletico Madrid.

Akan tetapi, belakangan, muncul penolakan pendukung terkait keinginan manajemen Los Rojiblancos merekrut CR7.

Selidik punya seledik, penolakan tersebut ternyata punya dasar kuat. Fans menilai Ronaldo merupakan sosok yang tak pantas ke Atletico karena yang bersangkutan pernah memperkuat rival sekota mereka, Real Madrid (2003-2009).

"Mengingat kemungkinan perekrutan Cristiano Ronaldo, jika itu lebih dari sekadar rumor tanpa dasar, kami menyatakan penolakan mutlak kami atas hipotesis dia bergabung dengan klub kami," demikian pernyataan dari Persatuan Penggemar Internasional Atletico (Union Internacional de Peñas Atletico de Madrid).

Pendukung Atletico bahkan memamerkan spanduk anti-Ronaldo selama pertandingan persahabatan dengan Numancia.

 

4 dari 6 halaman

3. Paul Pogba

Sebagai salah satu negara kuat di sepak bola Eropa, Prancis dianugerahi banyak pemain berkualitas yang tersebar di liga-liga top Eropa, termasuk di Liga Inggris. Manchester United menjadi salah satu klub Inggris yang banyak diperkuat pemain asal Prancis dalam beberapa musim terakhir. Tercatat, 5 pemain Prancis berikut menjadi rekrutan termahal yang pernah didatangkan Setan Merah. Siapa saja? Berikut uraiannya. (AFP/Paul Ellis)

Pogba memang pemain top. Namun, bagi pendukung setia Paris Saint-Germain (PSG), eks Manchester United yang kini kembali memperkuat Juventus itu bukanlah siapa-siapa.

Status Pogba sebagai pemenang Piala Dunia 2018 bersama Prancis juga tak membuat fans Les Parisiens terpesona. Pogba tak ada artinya bagi mereka. Itu terjadi pada 2021.

Persoalannya sepele, namun sangat fatal bagi fans PSG. Pogba yang berasal Lagny-sur-Marne, yang berjarak sekitar 22 mil dari pusat kota Paris disebut-sebut sebagai penggemar Marseille. Marseille merupakan salah satu musuh terberat PSG di Liga Prancis. Duel keduanya dijuluki Le Classique.

Penolakan terhadap Pogba tertera dalam sebuah spanduk besar di luar tempat latihan skuad PSG yang berbunyi: "Pogba, Anda harus mendengarkan ibumu. Dia tidak ingin Anda di sini, kami juga tidak".

 

5 dari 6 halaman

4. El Hadji Diouf

El Hadji Diouf (Thisisanfield)

Setelah memperkuat Blackburn Rovers (2009-2011), Diouf masuk radar West Ham United. Sam Allardyce, pelatih The Hammers saat itu, kepincut dengan aksi Diouf.

Sayang, niat baik Allardyce bertepuk sebelah tangan. Itu karena fans tak begitu suka dengan Diouf. Striker asal Senegal yang juga pernah memperkuat Liverpool dan sempat pula dikaitkan dengan klub Indonesia, Mitra Kukar, itu merupakan striker tukang diving, suka meludah, serta doyan mengejek lawan.

Mendapat penolakan keras, West Ham akhirnya mengarahkan bidikannya ke Freddie Piquionne yang memang lebih disukai fans ketimbang Diouf.

Allardyce pasrah. "Diouf adalah pemain berkualitas yang akan dihargai oleh penggemar West Ham jika mereka melihatnya. Tapi saya harus mengingat situasi di klub dengan para penggemar," katanya.

 

6 dari 6 halaman

5. Joey Barton

Gelandang Liverpool, Philippe Coutinho, berusaha melewati gelandang Burnley, Joey Barton. Pada laga ini Liverpool turun memakai skema 4-3-3 sementara Burnley menggunakan formasi 4-4-2. (AFP/Paul Ellis)

Tak hanya Diouf, suporter garis keras West Ham United juga pernah menolak kedatangan Joey Barton. West Ham berminat memakai jasa gelandang Inggris itu usai memperkuat Queens Park Rangers (2011-2015).

Fans menilai Barton punya rekam jejak kelam baik di lapangan maupun di luar lapangan. Dia kerap cekcok dengan rekan setim dan gara-gara ulahnya itu dia pernah masuk bui dan larangan bermain.

Apa kata Barton? Meski mengaku tak sakit hati, Barton balik mengecam sekompok fans yang tak menyukainya.

"Sekelompok kecil penggemar West Ham bereaksi seperti mereka akan diwakili oleh seorang pembunuh berantai. Itulah hidup dan tidak ada kepahitan di pihak saya," kata Barton seperti tertuang dalam otobiografinya pada 2016.

Sumber: Planet Football

 

Berita Terkait