Liga Inggris: MU Batal Merekrut Graham Potter Karena Tidak Ada Pengalaman di Liga Champions

Padahal Manchester United (MU) tidak tampil di Liga Champions.

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 09 Sep 2022, 17:15 WIB
Sementara itu, Brighton kembali mencatatkan rekor buruk. Anak asuh Graham Potter secara berturut-turut mengalama tujuh kali kekalahan dan sepuluh kali tanpa kemenangan. The Seaguls kini menduduki peringkat ke-13 klasemen sementara Liga Inggris. (AFP/Glyn Kirk)

Bola.com, Jakarta - Sebuah laporan mengejutkan datang dari Liga Inggris. Kabarnya, Manchester United (MU) sempat melirik Graham Potter, namun tidak jadi karena alasannya sang manajer tidak punya pengalaman di Liga Inggris.

Daily Mail mengklaim kalau MU sudah mencari calon pengganti Ole Gunnar Solskjaer pada November tahun lalu. Namun demikian, manajemen klub memilih Ranlf Rangnick sebagai manajer sementara.

Advertisement

Setelah itu, MU dikait-kaitkan dengan sejumlah nama, termasuk Zinedine Zidane, Mauricio Pochettino, hingga Guss Hiddink. Namun pada akhirnya mereka merekrut Erik ten Hag pada April 2022.

Laporan tersebut menjelaskan bahwa alasan MU menolak Graham Potter saat itu karena tidak adanya pengalaman bertanding di Liga Champions. Ironisnya, justru Setan Merah yang tidak lolos karena menghuni posisi enam klasemen akhir Liga Champions.

 

2 dari 5 halaman

Pertama Kali di Liga Champions

Manajer Brighton and Hove Albion, Graham Potter. (AFP/Glyn Kirk)

Graham Potter, sementara itu, diumumkan sebagai manajer baru Chelsea kemarin. Ini akan jadi pengalaman pertamanya di Liga Champions, dan tampaknya ia bersemangat mengetahui hal tersebut.

"Saya sangat bangga dan bersemangat untuk mewakili Chelsea FC, klub sepak bola yang fantastis ini," kata pria berusia 47 tahun itu saat ditunjuk sebagai manajer The Blues.

"Saya sangat bersemangat untuk bekerja di Chelsea dan berharap untuk bertemu dengan pemain untuk mengembangkan tim dan budaya yang dapat dibanggakan oleh penggemar kami yang luar biasa."

3 dari 5 halaman

Seharusnya Latih MU

Graham Potter dikabarkan telah setuju menjadi manajer Chelsea menggantikan Thomas Tuchel yang dipecat. Chelsea harus membayar hingga 20 juta pound atau sekitar Rp 344 miliar sebagai kompensasi mendatangkan Graham Potter dari Brighton & Have Albion. (Oli SCARFF / AFP)

Menariknya, kualitas Potter dinilai akan lebih cocok untuk menangani tim seperti Manchester United, bukan Chelsea. Apa maksudnya?

Pandangan ini disampaikan oleh analis Premier League, Paul Merson. Menurutnya, dengan riwayat kepelatihan Potter, akan lebih cocok jika dia menangani tim seperti MU, bukan Chelsea.

"Saya suka Potter. Menurut saya dia manajer bagus. Brighton luar biasa, Potter membuat tim lebih baik. Dia bisa mengembangkan pemain," ujar Merson di Metro.

"Namun, apakah itu [mengembangkan pemain] jadi tugasnya di Chelsea? Saya kira, akan lebih cocok jika dia menangani MU."

"Ada lebih banyak pemain muda di MU dan mereka perlu membangun tim kembali. Chelsea, apa yang perlu dibangun kembali? Setiap pemain mungkin seharga 50 juta pounds," imbuhnya.

4 dari 5 halaman

Posisi MU Saat Ini

Berita Terkait