5 Pemain yang Dipandang Remeh tetapi Tampil Memukau di Piala Dunia

oleh Suharno diperbarui 24 Okt 2022, 18:05 WIB
Ilustrasi trofi piala dunia (AFP)

Bola.com, Jakarta - Sebelum era 1990-an, sepak bola belum menjadi industri seperti sekarang ini. Bahkan liga paling kompetitif di dunia yakni Premier League baru lahir pada 20 Februari 1992.

Meski demikian, Piala Dunia yang telah berlangsung sejak 1930 sudah menjadi sorotan di berbagai sudut dunia. Walau saat itu sejumlah liga di belahan dunia belum dikemas semenarik sekarang, banyak bintang berbakat muncul.

Advertisement

Dari liga-liga domestik ini, tim nasional yang berlaga di Piala Dunia menyeleksi pemainnya untuk memperkuat negaranya. Alhasil, sejumlah negara tetap memiliki skuad hebat meski liga sepak bola belum seglamor sekarang.

Tetapi, ada sejumlah pemain yang biasa saja di klubnya pada era sebelum 1990-an tetapi tampil memukau di Piala Dunia. Pemain tersebut akhirnya menjadi legenda di negaranya dan masuk sejarah sepak bola dunia.

Berikut lima nama pemain di era sebelum 1990-an yang sebelumnya pemain biasa saja di klub tetapi menawan di Piala Dunia. Langsung kita simak daftarnya.

 

2 dari 6 halaman

1. Jose Leandro Andrade (1930)

Nama Jose Leandro Andrade mungkin sangat awam di telinga karena dia berlaga di Piala Dunia hampir satu abad yang lalu. Menjelang Piala Dunia pertama, gelandang Uruguay ini mengalami kebutaan di satu matanya karena terbentur tiang gawang dan menderita sifilis.

Tetapi dia tampil luar biasa dan mampu membawa negaranya menjadi juara perdana Piala Dunia. Sebelumnya dia juga menjadi pemain kunci bagi Uruguay saat meraih kesuksesan di Olimpiade 1924 dan 1928.

 

3 dari 6 halaman

2. Teofilo Cubillas (1970)

Piala Dunia 1970 merupakan ajang bagi para pemain Brasil seperti Pele dan Jairzinho yang akhirnya juara di Meksiko. Namun, siapa sangka ada seorang pemain muda Peru yang juga berusaha merebut panggung dari para pemain Brasil yakni Teofilo Cubillas.

Pemain yang baru berusia 20 tahun itu mencetak lima gol dalam empat laga Peru di ajang ini. Peru hanya sampai perempat final tetapi menjadi pemain muda terbaik di ajang ini dan di posisi ketiga pencetak gol terbanyak.

 

4 dari 6 halaman

3. Just Fontaine (1958)

Just Fontaine. Striker Prancis yang kini berusia 88 tahun dan terpaksa pensiun dini dari sepak bola di usia 29 tahun akibat cedera ini menempati posisi ke-4 sebagai pencetak gol terbanyak di putaran final Piala Dunia. Hanya dalam 1 edisi yang diikutinya di Piala Dunia 1958, ia mampu mengoleksi 13 gol dalam 6 laga. Hebatnya, dalam 6 laga tersebut ia selalu mencetak gol di tiap laga. Di laga terakhir dalam perebutan peringkat ke-3 melawan Jerman Barat, 28 Juni 1958, ia mampu mencetak 4 gol dalam laga yang berakhir dengan kemenangan 6-3 untuk Prancis. (AFP/Staff)

Just Fontaine mencetak 13 gol di Piala Dunia 1958. Rekor seorang pemain bisa mencetak dua digit gol dalam satu turnamen Piala Dunia yang dipegangnya masih bertahan hingga sekarang. Namun, siapa yang sangka dia bukanlah striker inti Prancis karena ada nama hebat Rene Bliard.

Tetapi, saat mendapatkan kesempatan bermain, Fontaine tidak menyia-nyiakannya dan menyumbangkan enam gol di babak penyisihan grup. Dia mencetak tambahan gol lagi yakni dua di perempat final, satu di semifinal, dan empat lagi saat membawa Prancis menjadi peringkat ketiga.

 

5 dari 6 halaman

4. Geoff Hurst (1966)

Legenda_West Ham_Geoff Hurst (Bola.com/Adreanus Titus)

Geoff Hurst bakal jadi cadangan abadi di Piala Dunia 1966 jika saja striker utama Inggris Jimmy Greaves tidak mengalami cedera. Pelatih Inggris saat itu, Alf Ramsay, akhirnya memberikan kepercayaan kepadanya dan berlaga di perempat final.

Meski memiliki sedikit pengalaman internasional dan melakukan debut beberapa bulan sebelumnya dia akhirnya jadi kunci Inggris meraih gelar juara dunia pertamanya. Hurst mencetak gol kemenangan saat melawan Argentina di perempat final serta membuat hattrick di laga final melawan Jerman Barat.

 

6 dari 6 halaman

5. Pele (1958)

Legenda sepak bola dunia asal Brasil, Pele serius menyimak hasil undian Piala Dunia 2018 di State Kremlin Palace, Moscow, (1/12/2017). Piala Dunia 2018 berlangsung sejak 14 Juni hingga 15 Juli 2018 di Rusia. (AFP/Alexander Nemenov)

Pele yang masih berusia 17 tahun mendapat keajaiban tampil di Piala Dunia 1958 karena mengalami cedera lutut sebelum turnamen. Rekan setimnya saat itu meminta pelatih tetap membawa Pele ke Swedia.

Pele membayar lunas kepercayaan yang diberikan rekan pemain dan pelatih Brasil kepadanya. Dia mencetak gol saat mulai tampil di perempat final, hattrick ke gawang Prancis di semifinal, dan mengemas dua gol saat menghadapi tuan rumah Swedia di laga final.

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait