6 Nasib Rekrutan Jose Mourinho saat Bersama Manchester United, Rating Terburuk sampai Terbaik : Ke Mana Setelah Ditendang ?

oleh Choki Sihotang diperbarui 20 Jun 2023, 03:05 WIB
Selebrasi gelandang Manchester United, Henrikh Mkhitaryan setelah menjebol gawang Ajax Amsterdam pada laga final Liga Europa 2016/2017 di Friends Arena, Solna, Stockholm (24/5/2017). Henrikh Mkhitaryan total mencetak 6 gol dari 11 penampilan bersama MU dalam satu edisi Liga Europa yang diikutinya pada musim 2016/2017 dan mampu membawa Setan merah menjadi juara. (AFP/Soren Andersson)

Bola.com, Jakarta - AS Roma terlihat sangat serius menatap musim 2023/2024. Lewat pelatih mereka, Jose Mourinho, Pasukan Serigala terus memantau sejumlah pemain anyar via jendela transfer musim panas yang tengah berlangsung.

Satu di antara pemain yang menjadi target sergapan adalah Marco Verratti. Roma berharap bisa segera memboyong gelandang berusia 30 tahun kepunyaan Paris Saint-Germain (PSG) itu.

Advertisement

Kans guna menculik Verratti terbuka lebar, karena sang pemain tak lagi menjadi pilihan pertama di PSG. Kebetulan pula, Verratti sejuah ini belum pernah merasakan persaingan di Serie A.

Sebelum terbang ke PSG pada 2012, Verratti hanya bermain di Serie B bareng Pescara. Corriere della Sera melaporkan, Mourinho secara pribadi sudah berkomunikasi dengan Verratti dan berharap pemain mungil itu segera merapat ke Stadion Olimpiade.

Entahlah, apakah Verratti sudi menerima pinangan Roma dan Mourinho. Jika pada akhirnya bergabung, hanya waktu yang bisa menjawab apakah Verratti masuk daftar rekrutan terbaik atau rekrutan terburuk Mourinho.

 

2 dari 8 halaman

Siapa Lagi

Marco Verratti. Gelandang berusia 28 tahun ini telah 9 musim memperkuat PSG sejak 2012/2013. Ia telah tampil dalam 346 laga dengan mencetak 9 gol. Musim ini ia ditemani Gianluigi Donnarumma yang sama-sama menghuni skuat Italia di Euro 2020 lalu. (Foto: AFP/Franck Fife)

Sebelum menukangi Serigala Ibu Kota, Mourinho pernah membesut sederet klub beken Eropa. Satu di antaranya adalah raksasa Inggris yang saat ini berubah menjadi macan ompong, Manchester United.

Mourinho menukangi Setan Merah selama dua tahun, dari 2016 hingga 2018. Selama berkuasa, juru taktik asal Spanyol itu disebut-sebut telah menghabiskan dana sebesar 350 juta pounds untuk membeli pemain-pemain baru.

Mou berhasil memenangkan Community Shield, Piala EFL, dan Liga Europa pada musim 2016/2017. Nasib Mourinho toh bisa selamat dari pemecatan. The Spesial One tersingkir setelah awal yang buruk di musim ketiganya di Old Trafford.

Baiklah, sekarang mari kita ulas kembali sejumlah rekrutan terbaik dan terburuk Jose Mourinho selama menjadi pelatih Manchester United.

 

3 dari 8 halaman

Alexis Sanchez

Penyerang Manchester United, Alexis Sanchez, berusaha melewati pemain Huddersfield Town, Erik Durm, pada laga Premier League di Stadion John Smith, Minggu (5/5). Kedua tim bermain imbang 1-1. (AP/Anthony Devlin)

Bersinar di Arsenal, remang-remang di Manchester United. Mourinho memboyong pemain Cile ini pada 2018 dengan bayaran 400.000 pounds per minggu. Lucunya, Sanchez kembali menemukan performa terbaiknya di Inter.

Oleh karena itu, klub Italia ini mengganjarnya dengan kontrak permanen. nama Alexis sempat melambung lagi, meski pada akhirnya harus menerima kenyataan mulai ditepikan karena faktor persaingan serta usia.

 

4 dari 8 halaman

Lee Grant

Ia menjadi satu di antara nama yang mengejutkan. Bagaimana tidak, nyaris tak ada yang spesial dari Lee Grant, namun berhasil memantik jemarin Mou agar meminangnya.

Ia bergabung dengan Manchester United dari Stoke City seharga 1,5 juta pounds pada 2018. Grant bertindak sebagai penjaga gawang cadangan dan hanya membuat dua penampilan tim utama.

 

5 dari 8 halaman

Eric Bailly

Eric Bailly - Bek Manchester United ini juga ikut berpartisipasi dalam gelaran Piala Afrika 2021. Eric Bailly yang akan membela Pantai Gading. (AFP/Pool/Carl Recine)

Rekrutan pertama Mourinho di Manchester United adalah Eric Bailly. Ia langsung menjadi favorit penggemar dan menikmati musim debut yang sangat menjanjikan pada musim 2016/2017.

Tetapi serangkaian masalah cedera membuatnya tidak disukai. Kondisi itu membatasi penampilannya bersama MU. Pemain kesayangan Mourinho itu hanya tampil dalam beberapa laga Premier League selama empat musim terakhir.

Pemain internasional Pantai Gading itu semakin terpuruk sejak kedatangan Raphael Varane dan Lisandro Martinez. Pada musim lalu, ia menghabiskan periode dengan status pinjaman ke Marseille.

 

6 dari 8 halaman

Henrikh Mkhitaryan

Henrikh Mkhitaryan - Manchester United merekrut Mkhitaryan dari Borrusia Dortmund pada tahun 2016. Mkhitaryan turut mengantarkan Manchester United menjuarai Liga Europa 2017, dengan mencetak 6 gol dalam 11 penampilannya di kompetisi tersebut. (AFP/Oli Scarff)

Namanya melonjak setelah memenangkan penghargaan Pemain Terbaik Bundesliga pada 2015/2016. Berada di MU, banyak ekspektasi tinggi langsung diterapkan fans Manchester United ketika Mkhitaryan menyelesaikan kepindahan senilai 26 juta pounds ke Old Trafford.

Pemain asal Armenia memainkan peran integral dalam kesuksesan Manchester United di Liga Europa pada 2017. Namun, belakangan, ia berjuang untuk konsistensi dan gagal beradaptasi dengan kerasnya Premier League.

Pada 2018, dia ditendang ke Arsenal dan dikenang sebagai pemain yang gagal di Manchester United asuhan Jose Mourinho. Namanya kembali moncer ketika terbang ke Italia, dan menjadi bagian penting dari keberhasilan Inter Milan di panggung Liga Champions 2022/2023.

 

7 dari 8 halaman

Romelu Lukaku

Striker Manchester United (MU) Romelu Lukaku (kanan) melepas tembakan yang dihentikan kiper West Bromwich Albion Ben Foster pada laga di Old Trafford, Minggu (15/4/2018). (AFP/Paul Ellis)

Setelah Zlatan Ibrahimovic mengalami cedera lutut serius pada 2017, Lukaku bergabung dengan Manchester United. Nilainya kala itu menembu 75 juta pounds dan menjadi ujung tombak serangan Mourinho.

Pemain asal Belgia itu mencetak 42 gol dalam 96 pertandingan selama dua musim di Manchester United. Sebanyak 11 di antaranya terjadi dalam 10 pertandingan pertama. Lukaku panen sanjungan.

Sayangnya, dia menjadi sosok yang banyak mendapat serangan di Old Trafford pada musim 2018/2019. Ia kemudian memutuskan bergabung dengan Inter Milan.

 

8 dari 8 halaman

Victor Lindelof

Bek Manchester United Victor Lindelof (kanan) berebut bola dengan gelandang Chelsea Jerman Kai Havertz (kiri) pada lanjutan Liga Inggris 2021/2022 di Old Trafford, Manchester, Jumat (29/4/2022) dini hari WIB. Laga Manchester United vs Chelsea berakhir tanpa pemenang. Kedua tim berakhir sama kuat 1-1. (Lindsey Parnaby / AFP)

Datang dari Benfica pada 2017, Lindelof menunjukkan sekilas bakatnya. Sayang, ia membuat serangkaian kesalahan besar di musim debutnya bareng Manchester United.

Pemain asal Swedia ini membalikkan keadaan di bawah Solskjaer dan membentuk kemitraan pertahanan yang kuat dengan Harry Maguire. Pada sisi lain, Mourinho mengungkapkan tidak sepenuhnya yakin soal itu.

“Lindelof sangat, sangat bagus dalam beberapa aspek permainan. Tapi dia bisa diintimidasi dalam situasi satu lawan satu di dalam kotak, dia tidak terlalu bagus di udara dan Maguire memilikinya," kata Mourinho, pada medio 2019.

Musim lalu, Lindelof masuk daftar di jantung pertahanan bersama Varane dan Martinez.

Sumber : Planetfootball

Berita Terkait