Harga Tiket Timnas Indonesia Naik Nyaris 200 Persen, PSSI Klaim Tidak Cari Untung: Ungkit Biaya Piala Asia U-23 dan Pendanaan Makin Besar

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 16 Mei 2024, 11:35 WIB
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (tengah) berfoto bersama dengan ofisial, tim pelatih, dan pemain setelah laga Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Timnas Indonesia Vs Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (21/03/2024). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Harga tiket Timnas Indonesia untuk lanjutan putaran kedua Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia naik nyaris 200 persen. PSSI mengklaim tidak mencari untung.

Pada Rabu (15/5/2024) malam WIB lewat media sosial, PSSI telah merilis daftar harga tiket Timnas Indonesia untuk melawan Timnas Irak dan Timnas Filipina.

Advertisement

Timnas Indonesia akan meladeni perlawanan Irak pada 6 Juni 2024 dan Filipina pada lima hari berselang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat.

Kategori Premium West dan East dijual Rp1.250.000, Garuda West dan East Rp850.000, Garuda North dan South Rp550.000, dan Upper Garuda Rp250.000.

2 dari 4 halaman

Melonjak 2 Kali Lipat Bahkan Lebih

Exco PSSI, Arya Sinulingga memberikan keterangan saat acara Ngobrol Seru BRI Liga 1 di KLY Office, Menteng, Jakarta, Kamis (01/06/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Nominal ini naik dua kali lipat bahkan lebih ketimbang harga tiket partai kandang terakhir Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 saat menjamu Timnas Vietnam di SUGBK pada 21 Maret 2024.

Ketika itu, Premium West dan East dibanderol Rp750.000, Garuda West dan East Rp400.000, Garuda North dan South Rp200.000, dan Upper Garuda Rp100.000.

Harga Garuda North dan South mengalami lonjakan 175 persen, sedangkan Upper Garuda meroket 150 persen.

"Ini memang berat bagi kami membuat harga seperti sekarang. Kenapa? Sebab, kalau timnasnya makin kuat, itu butuh pendanaan besar," ujar anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, dalam video yang beredar di TikTok.

3 dari 4 halaman

Tersedot di Piala Asia U-23 2024

Selebrasi pemain Timnas Indonesia U-23, Marselino Ferdinan (kanan) bersama Witan Sulaeman setelah mencetak gol pertama ke gawang Yordania U-23 lewat eksekusi penalti pada laga ketiga Grup A Piala Asia U-23 2024 di Abdullah bin Khalifa Stadium, Doha, Qatar, Minggu (21/4/2024). (AFP/Karim Jaafar)

Arya mengisyaratkan perjuangan timnas U-23 di Piala Asia U-23 2024 Qatar dan play-off Olimpiade 2024 Paris telah menyedot cukup banyak kas PSSI, yang berujung melipatgandakan harga tiket Kualifikasi Piala Dunia 2026.

"Contoh timnas U-23, kalau tidak lolos ke delapan besar Piala Asia U-23 2024, maka cukup sampai di sana. Ini tidak, lolos ke delapan besar membutuhkan pendanaan lagi, menginapnya, semuanya," ungkap Arya.

"Habis itu masuk ke semifinal Piala Asia U-23, menambah lagi menginapnya, akomodasi, hingga hotel. Habis itu, harus ikut perebutan tempat ketiga. Menambah lagi pendanaan."

"Karena kami mengejar tiket ke Olimpiade Paris 2024, membutuhkan pendanaan lagi untuk naik pesawat, akomodasi, dan sebaginya. Yang tadinya cukup di Qatar ini ke Paris dan kembali ke Indonesia," tutur Arya.

4 dari 4 halaman

Minta Maaf

"Kemudian di Kualifikasi Piala Dunia 2026, kita berharap lolos ke putaran ketiga. Di putaran ketiga, Timnas Indonesia akan menjalani 10 pertandingan. Itu membutuhkan pendanaan untuk akomodasi hingga tandang dengan pesawat," ucap Arya.

"Jadi memang, timnas makin kuat, pendanaan makin kuat. Maka dibutuhkanklah dana yang banyak. Jadi tidak ada kami cari untung. Ini semua untuk membiayai timnas. Dari hak siar pun tidak cukup."

"Maka juga lewat penjualan tiket. Meski dari tiket juga masih kecil ketimbang yang lain. Konsekuensi timnas makin kuat maka membutuhkan dana makin besar."

"Kami minta maaf, terpaksa dilakukan hanya demi timnas bermain tanpa memikirkan uang, tapi yang mereka tahu hanya bertanding, sekali lagi minta maaf," imbuh tangan kanan Ketua PSSI, Erick Thohir, ini.

Berita Terkait