Tradisi Grendel ala Italia, Ini 3 Bek Andalan Gli Azzurri di Euro 2024

oleh Aditya Wany diperbarui 15 Jun 2024, 18:00 WIB
Euro 2024 - Timnas Italia: Luciano Spalleti Dikelilingi Donnarumma, Alessandro Bastoni, Fedrico Chiesa, Nicolo Barella (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Euro 2024 telah dibuka pada Jumat (14/6/2024) malam waktu setempat Jerman. Tuan rumah Jerman sukses membuka turnamen ini dengan kemenangan telak 5-1 dalam laga pertama Grup A.

Dari total 24 kontestan, Timnas Italia cukup jadi sorotan karena berstatus sebagai juara bertahan. Ya, Gli Azzurri adalah pemenangan Euro 2020 setelah mengalahkan Inggris di partai final.

Advertisement

Di Euro 2024 ini, Italia mengawali kiprah di Grup B yang tergolong grup berat. Anak asuh Luciano Spalletti harus bersaing dengan Spanyol, Kroasia, dan Albania.

Dua tim pertama tentu saja tergolong sebagai tim kuat di Eropa. Maklum saja, Spanyol, Kroasia, dan Italia adalah kontestan UEFA Nations League A. Bahkan, ketiganya secara berurutan menduduki ranking tiga teratas.

Kini, Italia harus bersaing dalam grup yang tak mudah untuk menembus babak 16 besar. Apalagi, Italia juga mengalami banyak perubahan komposisi pemain dibanding Euro pada edisi sebelumnya.

Gli Azzurri sendiri sempat mengandalkan nama lama di lini belakang macam Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci di Euro 2020. Tapi kini komposisi barisan pertahanan lebih segar.

Italia juga dikenal sebagai tim dengan pertahanan rapat yang sulit ditembus. Di masa lampau, mereka memiliki gaya permainan catenaccio, sebuah sistem taktik khas Italia yang menitikberatkan pada pertahanan.

Lantas, siapa saja pemain belakang andalan Italia di Euro 2024? Bola.com telah mengulas tiga bek andalan Gli Azzuri dalam ajang turnamen akbar Eropa ini. Simak ulasannya:

2 dari 4 halaman

Alessandro Bastoni

Cedera menyerang Alessandro Bastoni saat memperkuat Timnas Italia di kualifikasi Euro 2024. Bastoni mengalami cedera pada betisnya saat latihan tim. Karena cedera itu, bek Inter Milan ini harus melewatkan laga melawan Makedonia Utara dan Ukraina. (AP/Antonio Calanni)

Bek milik Inter Milan ini memulai karirnya sebagai bek sayap, tetapi juga mampu bermain sebagai bek tengah. Dia pun lebih banyak bermain di posisi bek tengah, termasuk saat mengantar Inter Milan menjuarai Serie A 2023/2024.

Alessandro Bastoni dikenal karena kemampuan passing dan penguasaan bolanya. Sementara posturnya yang mencapai 190 cm bisa dimanfaatkan dalam duel udara.

Bastoni merupakan pemain kidal yang dianggap sebagai pemain muda yang menjanjikan di media, pada tahun 2020. Kini, dia masih berusia 25 tahun dan pengalamannya juara Euro 2020 semakin membuatnya matang sebagai pemain belakang.

3 dari 4 halaman

Giovanni Di Lorenzo

Penyerang timnas Turki, Kenan Karaman dan bek Italia, Giovanni Di Lorenzo bersaing memperebutkan bola pada laga pertama grup A Euro 2020 /2021 saat melawan Italia di stadion Olimpico Roma, Sabtu (12/6/2021). Timnas Italia berhasil menang 3-0 atas Turki. (Ettore Ferrari/Pool via AP)

Sosok satu ini terhitung pemain serba bisa. Giovanni Di Lorenzo sempat berposisi sebagai penyerang di masa mudanya, tapi kemudian beralih sebagai pemain bertahan saat memasuki jenjang profesional.

Pemain Napoli ini terhitung serba bisa meski biasanya dimainkan di bek kanan. Sebagai pemain serba bisa, ia juga mampu bermain sebagai bek tengah, bek sayap menyerang, atau sayap kanan karena kualitas ofensifnya.

Meski bukan pemain tercepat, pemain berusia 30 tahun ini bertubuh tinggi, memiliki teknik bagus, bisa bermain dengan kedua kaki dan dikenal karena stamina, kualitas fisik, dan kemampuannya di udara.

Dikenal karena kontribusi ofensifnya, ia juga seorang bek yang kuat. Dia juga dikenal konsisten, yang membuat para pengamat menilai dia sebagai salah satu bek kanan terbaik di Serie A.

4 dari 4 halaman

Matteo Darmian

Pemain Inter Milan, Matteo Darmian, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Atalanta pada laga Liga Italia di Stadion Giuseppe Meazza, Kamis (29/02/2024). (AP Photo/Antonio Calanni)

Bek milik Inter Milan ini memulai karirnya sebagai bek tengah, dan kadang-kadang terus digunakan dalam peran ini. Tapi, pemain berusia 34 tahun ini juga bisa bermain sebagai gelandang tengah

Dalam beberapa tahun terakhir Matteo Darmian lebih banyak bermain sebagai pemain sayap yang lebih banyak bertahan. Kemampuan menggunakan kedua kaki yang sama baiknya membuatnya bisa bermain di kedua sisi

Matteo Darmian adalah tipikal seorang pemain yang cerdas, dinamis, pekerja keras, dan serba bisa. Dia dikenal karena kualitas permainan ofensif dan defensifnya yang baik, kecepatan, dan staminanya.

Dia menunjukkan penampilan yang menjanjikan dan konsisten di masa mudanya, membuatnya dibandingkan dengan beberapa mantan bek sayap Italia yang ternama, seperti Antonio Cabrini dan Paolo Maldini.