Terungkap, Ruang Ganti MU Mulai Tak Yakin dengan Ruben Amorim

Beberapa peemain MU dikabarkan mulai kehilangan kepercayaan terhadap pelatih Ruben Amorim.

BolaCom | Aning Jati Diperbarui 18 Feb 2025, 20:33 WIB
Manajer anyar Manchester United, Ruben Amorim, mengakui pasukannya masih kesulitan memahami racikan strategi yang diterapkannya. Alhasil, MU harus puas bermain imbang 1-1 kontra Ipswich Town. (AP Photo/Dave Shopland)
Manajer anyar Manchester United, Ruben Amorim, mengakui pasukannya masih kesulitan memahami racikan strategi yang diterapkannya. Alhasil, MU harus puas bermain imbang 1-1 kontra Ipswich Town. (AP Photo/Dave Shopland)

Bola.com, Jakarta - MU kini berada dalam situasi yang tidak menguntungkan setelah kekalahan dari Tottenham Hotspur pada laga pekan ke-25 Premier League 2024/2025.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Tottenham Hotspur Stadium (16-2-2025), Setan Merah menelan pil pahit dengan skor 0-1, akibat gol tunggal James Maddison pada menit ke-13.

Advertisement

Hasil ini membuat MU terperosok ke peringkat 15 klasemen sementara dengan hanya mengumpulkan 29 poin dari 25 pertandingan.

Ruben Amorim, pelatih yang diharapkan dapat membangkitkan performa tim setelah menggantikan Erik ten Hag pada medio November 2024, kini berada dalam tekanan yang makin berat.

2 dari 4 halaman

Pemain Hilang Percaya

Ekspresi kecewa pelatih Manchester United, Ruben Amorim setelah laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan Arsenal di Emirates Stadium, London, Inggris, Kamis (05/12/2024) WIB. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Meski begitu, Amorim menyatakan bahwa dirinya tidak khawatir akan dipecat. Ia tetap berkomitmen pada sistem permainan yang membawanya meraih dua gelar liga di Portugal bersama Sporting CP.

Namun, situasi di ruang ganti MU menunjukkan bahwa beberapa pemain mulai kehilangan kepercayaan terhadap taktik yang diterapkan oleh Amorim.

Menurut laporan dari jurnalis MailOnline, Chris Wheeler, ada indikasi, bahwa meski klub meraih kemenangan, hal itu lebih disebabkan oleh kualitas individu pemain daripada strategi yang diterapkan oleh pelatih.

"Perasaan di dalam ruang ganti adalah, 'Kami beruntung kali ini, tetapi mungkin kami tidak akan seberuntung itu di lain waktu'," ungkap satu di antara sumber dari ruang ganti.

3 dari 4 halaman

Performa Buruk dan Tantangan

Pelatih Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim (kanan), menyaksikan penyerang Manchester United asal Belanda #11, Joshua Zirkzee (kiri), meninggalkan lapangan setelah digantikan oleh gelandang Manchester United asal Inggris #37, Kobbie Mainoo, selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Manchester United dan Newcastle United di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, Selasa dini hari WIB (31-12-2024). (Darren Staples/AFP)

Sejak ditunjuk sebagai pelatih, Amorim menghadapi kritik tajam akibat hasil buruk yang didapat oleh tim.

Dalam 14 pertandingan Premier League yang dipimpin Amorim, timnya mengalami delapan kekalahan. Hal ini membuat MU terperosok ke posisi yang sangat tidak menguntungkan di klasemen.

Gary Neville, mantan bek MU, mengkritik keras taktik Amorim, menyebutnya sebagai 'kebodohan mutlak' dan membandingkan pendekatan lini tengahnya dengan permainan anak-anak di bawah usia 9 tahun.

Kritik ini mencerminkan ketidakpuasan yang semakin meluas di kalangan penggemar dan mantan pemain terhadap strategi yang diterapkan oleh pelatih berusia 40 tahun tersebut.

4 dari 4 halaman

Rencana Transfer

Gelandang Manchester United, Casemiro saat menghadapi Chelsea pada laga pekan ke-31 Premier League 2023/2024 di Stamford Bridge, London, Kamis (4/4/2024). (AP Photo/Kin Cheung)

Di tengah situasi yang sulit, Amorim tidak tinggal diam. Ia sudah mulai merencanakan strategi untuk bursa transfer mendatang. Ia berharap dapat merekrut pemain yang sesuai kebiasaan dan gaya permainan yang ia terapkan di Sporting CP.

Namun, tantangan besar yang dihadapi adalah keterbatasan dana yang dimiliki MU untuk melakukan pembelian pemain.

Menurut laporan, MU hanya mampu merekrut Patrick Dorgu pada bursa transfer Januari lalu. Untuk itu, klub diharapkan dapat mengurangi tagihan gaji dengan menjual pemain yang dipinjamkan, seperti Marcus Rashford dan Antony.

Selain itu, Casemiro, satu di antara pemain dengan gaji tertinggi, juga bisa jadi akan meninggalkan klub.

Berita Terkait