Bola.com, Madrid - Real Madrid menelan kekalahan dari Chelsea pada laga leg kedua perempat final Liga Champions musim ini. Meski keok dari The Blues, El Real tetap lolos ke semifinal.
Los Blancos berhak melenggang ke babak empat besar karena unggul agregat 5-4 atas Chelsea. Pada pertemuan pertama di Stamford Bridge, 7 April lalu, Real Madrid menang 3-1.
Baca Juga
Advertisement
Namun pada pertemuan kedua di Santiago Bernabeu, Rabu (13/4/2022) dini hari WIB, Madrid menyerah 2-3.
Chelsea unggul tiga gol melalui Mason Mount (15'), Antonio Rudiger (51'), dan Timo Werner (75'). Madrid sempat tertekan sampai akhirnya bisa memaksakan extra time melalui gol Rodrygo pada menit ke-80.
Karim Benzema kembali tampil sebagai pahlawan Real Madrid. Golnya pada menit ke-96 membawa Los Blancos melenggang ke semifinal Liga Champions.
Chelsea menunjukkan performa brilian dan Real Madrid memberi perlawanan yang mengagumkan. Sebuah tontonan klasik, khas Liga Champions.
Lantas, bagaimana dengan performa para pemain Real Madrid dan Chelsea dalam duel ini? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Â
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Pemenang: Luka Modric
Seperti leg pertama, Luka Modric tampil begitu impresif. Saat Toni Kroos dan Casemiro kesulitan mendapatkan ritme terbaiknya, Modric tampil stabil dan jadi pembeda di lini tengah Real Madrid.
Lihat umpan Modric untuk gol Rodrygo. Itu adalah karya yang indah. Pada momen sulit, Modric melepas umpan dengan teknik dan akurasi brilian. Modric dinobatkan sebagai Man of the Match laga ini.
Â
Advertisement
Pecundang: Casemiro
Casemiro bekerja cukup keras, tetapi tidak efektif. Casemiro tidak mampu memberi pelindung yang kokoh bagi lini belakang. Dia kesulitan meladeni Mason Mount sepanjang laga.
Lihat proses gol Werner dan cermati apa yang dilakukan Casemiro. Dia melakukan tekel yang tidak cukup bagus. Lalu, tidak segera bangkit untuk melakukan upaya lain. Casemiro hanya bengong melihat aksi Werner.
Â
Pemenang: Karim Benzema
Benzema berjuang sangat keras pada laga ini. Bahkan, pemain 34 tahun mengakhiri laga dengan cedera paha. Benzema sempat terkapar akibat cedera itu. Tapi, dia tetap bertahan hingga laga usai.
Benzema sempat punya peluang mengenai gawang. Magis Benzema kemudian datang pada momen krusial. Benzema mencetak gol kedua Madrid pada saat extra time dan membawa timnya ke semifinal.
Â
Advertisement
Pecundang: Toni Kroos
Kroos tampil di bawah performa terbaik. Dia tampak kesulitan dengan meladeni intensitas dan kecepatan pemain Chelsea. Kroos seperti mengulang performanya saat bersua Chelsea musim lalu.
Kroos memang punya akurasi umpan hingga 91 persen dan melakukan tiga tekel sukses. Tapi, kewalahan meladeni aksi Loftus-Cheek dan Mateo Kovacic dari kubu Chelsea. Kroos menjadi pemain pertama yang dikeluarkan oleh Ancelotti.
Â
Pemenang: Mason Mount
Mason Mount mendapat peran vital pada laga ini. Dia bermain di belakang duet Havertz dan Werner. Mount memainkan peran ini dengan baik. Satu gol mampu dicetak pemain asal Inggris itu ke gawang Real Madrid.
Mason Mount adalah pemain yang paling banyak melepas umpan kunci untuk The Blues, tiga kali. Jangan lupa, Mount juga membuat assist untuk gol Rudiger.
Â
Advertisement
Pecundang: Ferland Mendy
Tidak semua gol Chelsea berasal dari area kiri pertahanan Madrid. Tapi, bukan berarti Mendy tampil bagus. Mendy tidak dalam kondisi yang bugar sebelum laga dan itu tampak jelas pada pertandingan.
Mendy tidak memberi banyak bantuan yang dibutuhkan Vinicius Junior untuk membangun serangan. Mendy kemudian diganti Marcelo pada menit ke-78, saat Madrid tertinggal 3-0.
Â
Pemenang: Timo Werner
Tidak ada Lukaku dalam susunan pemain dan Werner membuktikan kualitasnya. Dia tampil sangat bagus dan merepotkan bagi pertahanan Madrid dengan kecepatan yang dimiliki. Werner mencetak satu gol yang membawa Chelsea unggul 3-0.
Jangan lupa, Werner juga membuat assist untuk gol Mason Mount. Aksi brilian bagi Werner. Tapi, dia seperti kehabisan tenaga pada menit-menit akhir laga.
Â
Advertisement
Pecundang: Thiago Silva
Pengalaman harusnya membimbing Silva untuk bermain lebih baik lagi. Tapi, dia tidak mampu memimpin Chelsea untuk melaju ke semifinal walau sempat unggul dengan skor 3-0. Chelsea kebobolan pada waktu yang krusial.
Gol pertama Madrid tidak lepas dari kesalahan Silva. Sebab, pemain asal Brasil ini tidak melihat arah gerak Rodrygo saat menerima umpan dari Modric. Silva telat melakukan blok.
Â
Pemenang: Antonio Rudiger
Rudiger nyaris menjadi 'Sergio Ramos' pada duel di Bernabeu. Rudiger mencetak gol kedua Chelsea dan membuat semifinal ada di depan mata. Performanya di lini belakang juga solid.
Rudiger mampu meredam aksi Benzema dan Valverde pada hampir sepanjang waktu normal. Namun, pada proses gol Benzema, dia sengit lengah karena hanya melihat bola tanpa melihat lawan.
Â
Advertisement
Pecundang: Edouard Mendy
Mendy sejatinya tidak mendapatkan banyak ujian pada laga ini. Dia nyaris tak punya ancaman nyata sebelum gol Rodrygo terjadi. Tapi, segalanya berubah setelah gol itu.
Mendy kemudian kebobolan satu gol lagi pada extra time. Mendy kebobolan lewat gol yang polanya sama dengan leg pertama. Harusnya Mendy bisa melakukan lebih baik lagi. Squawka memberi nilai 5 untuk aksi Mendy.Â
Pemenang: Carlo Ancelotti
Real Madrid punya malam yang sulit. Hingga menit ke-75, saat Chelsea unggul 3-0, Madrid hanya punya satu shots on target. Setelah itu, Ancelotti membuat dua pergantian pemain. Rodrygo dan Marcelo dimainkan.
Dua pemain itu membuat permainan Real Madrid berubah. Rodrygo kemudian mencetak gol pada menit ke-80. Dari situ, pengalaman dan kejelian Ancelotti tampak jelas. Dia mampu mengendalikan situasi dengan cukup bagus.
Â
Advertisement
Pemenang: Thomas Tuchel
Chelsea memang gagal menang. Tapi, ada yang mereka tampilkan di Bernabeu pantas mendapat apresiasi. Kejelian Tuchel dalam memilih pemain dan taktik juga pantas mendapat jempol.
Keputusan memainkan Werner dan Luftus-Cheek menjadi kunci. Mereka mampu memberi banyak tekanan. Sementara, dengan Reece James di posisi kanan, Chelsea mampu meredam aksi Vinicius. Tuchel cukup bagus dari sisi taktik.
Sumber: Squawka, Whoscored
Disadur dari: Bola.net (Asad Arifin/Published: 13/04/2022)