Bola.com, Malang - Mantan pemain Arema yang kembali ke Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang akan menerima sambutan spesial dari Aremania. Ada yang dapat teror, ada juga yang menerima tepuk tangan riuh.
Tapi, selama ini justru lebih banyak pemain yang mendapatkan teror ketimbang pujian. Pada Senin (17/9/2018), ada satu pemain yang akan mendapatkan sambutan spesial.
Baca Juga
Arkhan Kaka dan 4 Anak Buah Indra Sjafri Dipromosikan Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2024, Ini Nama-namanya
Termasuk Pemain Berlabel Kiper Timnas Indonesia, Ini Daftar Lengkap Penerima Kartu Merah di BRI Liga 1 2024 / 2025
Shin Tae-yong Fix Panggil Ronaldo Junior dan 6 Pemain Abroad ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2024, Siapa Lainnya?
Advertisement
Dia adalah Beny Wahyudi. Bek kanan Madura United ini akan melawan Arema dalam lanjutan Gojek Liga 1 bersama Bukalapak. Pemain 32 tahun ini mengaku sudah siap mentap mendapatkan sambutan dari Aremania. Ini merupakan kali kedua dia jadi lawan. Pertama, saat dia hengkang ke Deltras Sidoarjo musim 2012.
“Saya sudah siap kalau ada nyanyian khusus dari Aremania untuk saya. Karena selama ini mantan pemain Arema yang kembali sebagai lawan mendapatkan perlakuan seperti itu,” kata Beny.
Pada awal musim, pemain kelahiran Kabupaten Malang ini sempat dapat kritikan dari Aremania. Dia dicap tidak loyal lantaran meninggalkan Arema. Tapi, Beny waktu itu berhasrat bisa memperkuat Madura United di ajang AFC Cup. Tapi akhirnya Persija yang jadi wakil Indonesia di kompetisi level Asia tersebut.
Terkait pertemuan dengan mantan klubnya, Beny mengaku sangat siap. Apalagi, Madura United sedang berjuang di jalur juara. Tapi dia memahami jika Arema juga bakal bermain ngotot lantaran ingin lepas dari papan bawah.
Tapi setelah pertandingan, Beny mengaku ingin melakukan reuni dengan rekan lamanya di tim Singo Edan. Dia menganggap skuat Arema sudah seperti keluarga.
“Saya tidak sebentar membela Arema. Jadi pemain, tukang masak di mes sampai orang manajemen sudah saya anggap seperti keluarga. Jadi senang rasanya bisa kembali ke Malang dan bertemu dengan mereka,” jelasnya.