Bola.com, Malang - Dedik Setiawan membawa misi mulia untuk menyongsong babak final leg kedua Piala Presiden 2019 yang mempertemukan timnya, Arema FC dengan Persebaya Surabaya. Partai penentuan turnamen pramusim itu akan digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (12/4/2019).
Arema hanya membutuhkan hasil imbang melawan Persebaya. Pasalnya, tim berjulukan Singo Edan tersebut mampu menahan imbang 2-2 lawan yang sama pada pertemuan pertama. Kalah dengan defisit satu gol pun, Hamka Hamzah dan kawan-kawan tetap akan keluar sebagai yang terbaik.
Baca Juga
Cedera Lutut Bareng Timnas Indonesia, Kevin Diks Kasih Update: Semakin Baik!
Kepada Media Italia, Erick Thohir Berjanji Akan Terus Menaturalisasi Pemain Sambil Pembinaan Pemain Muda
Menuju Piala AFF 2024, Timnas Indonesia TC di Bali pada 26 November hingga 5 Desember 2024: 4 Hari Jelang Laga Pertama Tandang ke Myanmar
Advertisement
Untuk memperlancar ambisi meraih titel juara, Dedik Setiawan bernazar akan menyisihkan sebagian penghasilannya untuk yatim dan piatu.
“Pasti nazar ada. Kalau nanti Arema juara Piala Presiden 2019, pasti menyisihkan dan memberikan donasi untuk yatim dan piatu,” ujar Dedik.
Hasrat Dedik Setiawan untuk merebut gelar Piala Presiden 2019 begitu besar. Bomber berusia 24 tahun itu banyak belajar dari pertemuan pertama dengan Persebaya. Disebutnya, Arema FC banyak membuang peluang pada leg pertama.
Anggapan Dedik Setiawan memang benar. Pada leg pertama pada Selasa (9/4/2019) di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Arema FC menghasilkan total 12 tendangan, berbanding 9 milik Persebaya.
“Kami pada leg pertama lebih banyak peluang dibanding Persebaya. Mungkin kurang konsentrasi saja,” kata Dedik.
Berkaca dari perjumpaan pertama, Dedik mengaku belum menemukan celah di lini pertahanan Persebaya. Maka dari itu, peran pelatih Milomir Seslija untuk memoles lini depan Arema dapat berbuah kemenangan.
“Kalau soal celah, itu pelatih yang tahu. Kami mengikuti arahan pelatih saja,” tutur Dedik.