Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia masih dibuat penasaran oleh medali emas SEA Games. Sudah lama sekali Skuad Garuda merasakan puasa medali emas.
Timnas Indonesia sepanjang penyelenggaraan SEA Games baru meraih dua medali emas. Adapun sisanya, Timnas Garuda meraih lima medali perak, dan empat medali perunggu.
Baca Juga
Rapor Pemain Lokal pada Dua Laga Home Timnas Indonesia di Kualifiaksi Piala Dunia 2026: Ridho Tak Tergantikan, Marselino Jadi Pahlawan
Adu Gemerlap Pemain Asing Persebaya Vs Persija di BRI Liga 1: Mewah! Panas di Tengah dan Depan
Duel Antarlini PSS Sleman Vs PSBS Biak di BRI Liga 1: Adu Tajam Lini Depan
Advertisement
Terakhir kali Timnas Indonesia meraih medali emas pada 1991 alias hampir 30 tahun silam. Tak heran, PSSI membebani target tinggi pada pelatih Shin Tae-yong untuk bisa mengakhiri dahaga terhadap medali emas SEA Games.
Shin Tae-yong kemudian memulai persiapan lebih dini untuk bisa mencari dan menemukan pemain yang tetap. Pemusatan latihan digelar pada 8-28 Februari 2021 di Stadion Madya, Jakarta.
Sebanyak 37 pemain dikumpulkan dan terpilih dari nama-nama pemain kolaborasi muda dan senior. Pemain yang dipanggil merupakan sosok berkualitas dan memiliki kemampuan secara individu maupun tim.
Komposisi ini sudah sesuai dengan tradisi pemain yang layak skuad SEA Games. Sejak dulu, Timnas Indonesia memang selalu mengirim skuad terbaik sepanjang penyelenggaraan SEA Games. Namun, tetap saja tak selamanya kiprah Timnas Garuda mampu berlangsung mulus.
Bola.com mencatat, ada lima nama yang layak mendapatkan predikat pemain Timnas Indonesia terbaik sepanjang sejarah SEA Games. Penilaiannya mengacu pada kontribusi berupa medali hingga torehan gol. Siapa saja?
Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Osvaldo Haay
Osvaldo Haay tampil menggila pada SEA Games 2019. Pemain asal Jayapura itu sukses mencetak delapan gol untuk Timnas Indonesia U-22.
Namun, penampilan Osvaldo Haay berakhir anti-klimaks. Pada laga pamungkas melawan Vietnam, Osvaldo Haay justru tak mampu mencetak gol.
Timnas Indonesia akhirnya harus menyerah 0-3 dari Vietnam dan puas menyabet medali perak. Meski demikian, Osvaldo Haay bersama Ha Duc Chinh berhasil menyabet predikat top skorer dengan masing-masing mencetak delapan gol.
Advertisement
Kurniawan Dwi Yulianto
Kurniawan Dwi Yulianto menjadi bagian dari skuad Timnas Indonesia pada SEA Games 1997. Selain Kurniawan, lini depan Timnas Indonesia ketika itu juga dihuni penyerang tajam lainnya semisal Widodo Cahyono Putro hingga Fachri Husaini.
Timnas Indonesia tak terkalahkan sepanjang babak penyisihan dengan meraih 10 poin hasil tiga kali menang dan sekali imbang. Kurniawan turut mencetak empat gol dalam 14 gol yang dicetak Timnas Indonesia.
Pada laga final, Kurniawan juga berhasil mencetak gol untuk Timnas Indonesia. Namun, ketika itu laga harus berakhir dengan skor 1-1. Timnas Indonesia akhirnya menyerah 2-4 dari Thailand melalui drama adu penalti.
Patrich Wanggai
Patrich Wanggai tampil gemilang bersama Timnas Indonesia pada SEA Games 2011. Ketika itu, Patrich Wanggai punya peran besar membantu Timnas Indonesia lolos ke final.
Patrich Wanggai berhasil mencetak lima gol dalam ajang tersebut. Sayangnya, penampilan Patrich Wanggai berakhir antiklimaks.
Pada laga final melawan Malaysia, Patrich Wanggai gagal mencetak gol. Timnas Indonesia akhirnya harus puas meraih medali perak setelah takluk 3-4 melalui drama adu penalti.
Advertisement
Rochy Putiray
Rochy Putiray punya peran besar di balik keberhasilan Timnas Indonesia meraih medali emas SEA Games 1991. Ketika itu, Rochy Putiray merupakan andalan di lini depan Timnas Garuda.
Sepanjang babak penyisihan, Timnas Indonesia tak terkalahkan. Rochy Putiray tercatat sukses menyumbang dua gol dari tiga pertandingan.
Timnas Indonesia kemudian mendepak Singapura pada semifinal melalui adu penalti dengan skor 4-2. Pada laga pamungkas, skuad asuhan Anatoli Polosin itu mendepak Thailand melalui adu penalti dengan skor 4-3 sekaligus menyabet medali emas SEA Games 1991.
Ribut Waidi
Ribut Waidi punya andil besar untuk Timnas Indonesia saat meraih medali emas SEA Games 1987. Ribut Waidi mencetak satu-satunya gol dalam laga final SEA Games tersebut untuk Timnas Indonesia.
Ketika itu Timnas Indonesia menghadapi Malaysia pada pertandingan yang digelar di Stadion Senayan. Kedua tim sama kuat dalam 90 menit sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak pertambahan waktu.
Semenit setelah kickoff, Timnas Indonesia berhasil mencetak gol melalui aksi Ribut Waidi. Gol itu mengantarkan Timnas Indonesia asuhan pelatih Bertje Matulapelwa meraih medali emas SEA Games pertama sepanjang sejarah.
Advertisement