Bola.com, Pamekasan - Madura United menutup laga kandang musim ini dengan datar. Menjamu Arema FC di Stadion Gelora Madura Ratu Pamellingan, Pamekasan, Jum'at (7/4/2023), Fachruddin Aryanto dkk hanya bermain imbang 1-1.
Klub berjulukan Laskar Sape Kerrap itu sejatinya unggul terlebih dahulu. Tepat sebelum turun minum, Lulinha berhasil mengkonversi sodoran Alberto 'Beto' Goncalves di tepi kotak penalti.
Baca Juga
Semangat Membara Bang Jay Idzes Menyambut Lanjutan R3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Maret 2025!
Marselino Ferdinan dan 3 Pemain Diaspora Timnas Indonesia yang Main Kinclong saat Taklukkan Arab Saudi: Petarung Tangguh
Pelatih Bahrain Mulai Ketar-ketir Jelang Lawan Timnas Indonesia: Sangat Sulit, Mental Harus Disiapkan!
Advertisement
Tetapi sayangnya, keunggulan itu tak bertahan lama. Arema FC yang tampil lebih trengginas, mampu menyamakan skor lewat aksi Joko Susilo di menit ke-56.
Bagi tuan rumah, hasil ini seolah merangkum periode buruk di putaran kedua BRI Liga 1. Dalam sembilan laga di markas sendiri, mereka cuma mampu merebut enam poin.
Lantas, siapa pemain terbaik di pertandingan ini? Berikut ulasan selengkapnya.
Â
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Si Motor Serangan Madura United
Di atas kertas, Lulinha memang ditempatkan di sayap kiri untuk menopang Beto yang mengisi pos nomor sembilan. Tetapi pada prakteknya, ia selalu terlibat dalam setiap serangan Madura United.
Dengan peran free role, pria asal Brasil itu seolah menjadi motor permainan Madura United. Setiap serangan yang dilakukan timnya harus melewati timnya.
Gol yang dibuatnya merupakan bukti sahih kecerdikannya. Ia datang dari second line untuk menuntaskan serangan yang dibangun Bayu Gatra dari sektor kanan.
Â
Advertisement
Tembok Kokoh Pertahanan Arema FC
Sementara untuk gelar man of the match, Adilson Maringa rasanya jadi yang paling pantas. Walau gagal menghentikan tembakan Lulinha, penampilannya di bawah mistar patut diacungi jempol.
Kiper asal Brasil itu seperti ingin membuktikan bila dirinya telah kembali ke performa terbaik. Penyelamatan jarak dekat untuk menggagalkan peluang emas Beto jadi momen krusial.
Arema FC mungkin kecewa tak bisa mencuri angka sempurna, tetapi mereka harus lebih khawatir dengan kondisinya sekarang. Maringa ditarik keluar lebih dini di menit ke-71.
Posisi Arema FC saat Ini
Advertisement