Sukses


Momen Seru Calon Kiper Naturalisasi Timnas Indonesia Putri di Persebaya Store: Keturunan Kediri dan Lumajang

Lahir dan besar di Belanda, Iris de Rouw pulang kampung ke Jawa Timur. Kakek dan nenek dari pihak ibunya berasal dari Kediri dan Lumajang.

Bola.com, Surabaya - Ada sosok yang berbeda di Persebaya Store, Sutos, Surabaya, Kamis (30/1/2025). Terlihat ada seorang perempuan berkulit putih yang sedang melihat dan memilih produl merchandise klub BRI Liga 1 2024/2025.

Bola.com mulanya berada di Sutos karena mengikuti sesi konferensi pers Persebaya. Saat masuk Persebaya Store, ada anggota Exco PSSI Vivin Cahyani bersama perempuan berkulit putih tersebut. Setelah saling menyapa, Vivin memperkenalkannya.

"Ini Iris de Rouw, calon kiper naturalisasi Timnas Indonesia putri," ungkap Vivin kepada Bola.com.

Vivin kemudian memberi kesempatan kepada Bola.com untuk mewawancarai Iris de Rouw. Namun, kiper muda berusia 19 tahun itu menolak. Dia masih sibuk memilih dan melihat-lihat kaos, jaket, atau produk lainnya.

Iris de Rouw memang menolak wawancara. Namun, dia sangat terbuka dan menyambut dengan ramah saat diajak berbincang. Diceritakanlah bahwa dia sempat mengikuti pemusatan latihan di Surabaya bersama Timnas Indonesia putri arahan Satoru Mochizuki.

"Saya tidak punya banyak waktu. Hari ini saya akan terbang ke Belanda. Besok sudah tiba di sana. Dan hari Sabtu saya akan bertanding bersama Sparta Rotterdam," ujar Iris de Rouw kepada Bola.com.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 4 halaman

19 Tahun, Keturunan Kediri dan Lumajang

Iris de Rouw masih terus berbincang bersama Bola.com sambil berkeliling Persebaya Store. Dia menuturkan statusnya sebagai pemain Sparta Rotterdam Vrouwen, klub liga putri Belanda.

Di usia yang masih 19 tahun, Iris masih memiliki perjalanam yang panjang dalam kariernya. Tapi, dia memilih membela Timnas Indonesia. Hal itu tidak lepas dari keinginan PSSI untuk terus mengembangkan tim arahan Satoru Mochizuki tersebut.

"Saya lahir dan besar di Belanda. Tapi, saya punya darah Indonesia dari nenek saya. Dia orang Kediri dan Lumajang," ungkap Iris de Rouw.

3 dari 4 halaman

Semangat ke Jatim

Darah Jawa Timur yang mengaliri di tubuhnya itu membuatnya bersemangat saat tiba di Surabaya dan mengikuti TC. Dia juga baru tahu bahwa Kota Pahlawan memiliki klub bernama Persebaya Surabaya.

Dari informasi itulah, dia mencoba mengunjungi Persebaya Store, yang kebetulan tak jauh dari tempatnya. Momen lucu terjadi saat dia melihat ada logo Indomie, yang merupakan sponsor klub, di jersey Persebaya.

"Ah! Saya tahu ini, Indomie. Saya tahu mi goreng. Ini makanan yang tidak asing buat saya," ucap Iris de Rouw diiringi senyum dan tawa.

4 dari 4 halaman

Belum Jadi WNI

Sayangnya, Iris de Rouw masih belum bisa bertanding untuk Timnas Indonesia putri. Dia belum resmi jadi WNI dan kini dalam proses merampungkan proses naturalisasi.

Tapi, dia punya cukup waktu sambil tetap berlatih bersama klubnya, Sparta Rotterdam Vrouwen. Indonesia sendiri akan jadi tuan rumah ASEAN Women's Championship 2025 pada Juni 2025. Di turnamen inilah Iris tampaknya telah resmi jadi WNI dan membela Timnas Indonesia putri.

Selanjutnya: 19 Tahun, Keturunan Kediri dan Lumajang
Lebih Dekat

Video Populer

Foto Populer