Bola.com, Jakarta - Pegadaian Liga 2 segera memasuki musim baru. Kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia tersebut bakal diikuti 20 klub, berkurang enam tim dari peserta sebelumnya.
Saat ini, sudah ada 17 klub yang memastikan diri mentas di Pegadaian Liga 2 2025/2026. Perinciannya, tiga tim promosi dari Liga 3 dan 14 tim yang bertahan di Liga 2 2024/2025.
Advertisement
Selain memperbanyak pahala, di bulan penuh berkah ini, mengamankan keuangan perlu menjadi pertimbangan pada saat kondisi keuangan yang tidak menentu.
Namun agar bisa tetap menambah keuntungan dengan aman, Deposito Emas dari Pegadaian dapat menjadi pilihan.
Emas kamu tidak hanya akan disimpan dan diasuransikan, tetapi kamu juga akan mendapat imbal hasil tambahan dalam bentuk gram emas hingga 1% per tahun.
Jika kamu tertarik, kamu bisa memilih tenor yang diinginkan, mulai dari 6, 9, hingga 12 bulan dan bisa bertransaksi minimal 5 gram.
Sahabat bisa mengajukan Deposito Emas melalui aplikasi Pegadaian Digital tentunya bagi kamu yang telah memiliki rekening Tabungan Emas.
Jadi, jangan tunda lagi! Segera optimalkan keuntunganmu dibulan suci ini dengan Deposito Emas di Pegadaian!
Artinya, untuk melengkapi kuota 20 klub tersebut, masih ada tiga tim lagi yang menyusul. Ketiganya berasal dari tim degradasi BRI Liga 1 2024/2025. Kompetisi kasta tertinggi di Tanah Air itu baru selesai pada Mei 2025.
Jika melihat peta kekuatan, Liga 2 2025/2026 diprediksi berjalan sengit dan menarik. Apalagi, kompetisi musim depan masih akan diramaikan oleh sederet tim besar macam Persipura Jayapura, Persela Lamongan, hingga Sriwijaya FC.
Persaingan dipastikan makin memanas seiring kehadiran tiga klub yang terdegradasi dari Liga 1. Berikut Bola.com memprediksi tiga tim yang berpeluang menjadi juara Pegadaian Liga 2 2025/2026. Siapa saja?
Halftime Show kali ini kedatangan tamu spesial yakni Direktur Utama PSIM dan Manajer PSIM. Dalam perbincangan bersama duo host kami, banyak cerita-cerita inspiratif dan jenaka di podcast kali ini. Seperti apa keseruannya?
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Persiraja Banda Aceh
Persiraja Banda Aceh tampil mengesankan pada Pegadaian Liga 2 musim ini. Tim berjulukan Laskar Rencong tersebut sukses menembus play-off promosi dan babak 8 besar.
Sayangnya, langkah mereka harus terhenti setelah finis di posisi ketiga klasemen akhir 8 besar Liga 2. Persiraja mengumpulkan poin sama dengan PSPS Pekanbaru yakni sembilan, namun mereka kalah selisih gol dari rivalnya tersebut.
Catatan yang dibukukan Persiraja cukup oke sepanjang musim ini. Di babak pendahuluan, mereka tergabung di Grup 1 dan tampil memukau di putaran pertama maupun kedua dengan memuncaki klasemen.
Tahun lalu, mereka hampir saja promosi tapi kalah dalam perebutan tempat ketiga lawan Malut United. Statistik itulah yang membuat Laskar Rencong jadi penantang serius dalam perebutan gelar juara musim depan.
Advertisement
PSPS Pekanbaru
Jika masih ditangani Aji Santoso pada musim depan, kans PSPS Pekanbaru kembali berburu titel juara Liga 2 bukan tidak mungkin terealisasi. Di tangan pelatih asal Malang itu Askar Bertuah memperlihatkan penampilan yang apik.
Aji Santoso jadi sosok yang berperan penting atas pencapaian PSPS musim ini. Askar Bertuah nyaris promosi ke Liga 1 musim depan, namun kalah dalam perebutan tempat ketiga kontra Persijap Jepara.
Apa yang diraih PSPS sebenarnya mengejutkan karena secara materi pemain terbilang biasa saja untuk menarget promosi. Untuk kompetisi mendatang, tentunya mereka bakal membangun skuad yang lebih mumpuni demi mencapai target juara.
Kesempatan menjadi yang terbaik di Liga 2 musim depan terbuka lebar. Dengan chemistry yang sudah dibangun Aji Santoso plus penambahan pemain di bebarapa sektor, rasanya bukan hal mustahil bagi PSPS menjadi kampiun.
Semen Padang
Semen Padang memang masih menjadi peserta BRI Liga 1 2024/2025. Namun, bukan tidak mungkin mereka bisa menjuarai Liga 2 musim depan. Latarnya, karena tim besutan Eduardo Almeida itu sedang terseok-seok di zona degradasi.
Tim yang dijuluki Kabau Sirah itu menduduki di urutan ke-17 klasemen sementara dengan nilai 22. Semen Padang memiliki poin sama dengan PSS Sleman yang berada di bawah mereka.
Dengan menyisakan tujuh partai lagi, kemungkinan cukup sulit bagi Semen Padang untuk bertahan di Liga 1. Apalagi, di sisa kompetisi musim ini mereka bakal dihadapkan dengan lawan-lawan tangguh penghuni papan atas.
Andai turun kasta, Semen Padang bisa jadi salah satu lawan kuat dalam perebutan trofi juara. Mengingat sejarah dan pengalaman panjang yang dimiliki Kabau Sirah di persepakbolaan nasional. Plus mempunyai basis suporter besar dan loyal dalam memberi dukungan
Advertisement
Baca Juga
4 Alasan Pegadaian Liga 2 Punya Daya Tarik Spesial dibandingkan Liga-Liga Lain di Indonesia
Cerita Dirut PSIM Yogyakarta Dibalik Keberhasilan Laskar Mataram Promosi ke Liga 1: Kepercayaan, Chemistry, dan Tak Ada Toxic
Liana Tasno Bicara Target PSIM Yogyakarta di Liga 1 Musim Depan: Kalau Bisa Masuk 10 Besar!