Bola.com, Jakarta - Pep Guardiola memperpanjang kontraknya sebagai manajer Manchester City untuk dua musim lagi, seperti yang diumumkan pada Kamis waktu setempat (21/11/2024).
Keputusan ini diambil oleh pelatih asal Spanyol tersebut karena merasa belum saatnya meninggalkan klub, terutama saat Manchester City menghadapi satu di antara periode terberat dalam sejarahnya di Etihad Stadium.
Baca Juga
Advertisement
Spekulasi mengenai masa depan Guardiola sempat mencuat, mengingat Manchester City sedang menghadapi sidang terkait 115 tuduhan pelanggaran regulasi keuangan Premier League. Tuduhan tersebut telah dibantah sepenuhnya oleh klub.
Selain itu, performa Manchester City di lapangan juga menurun, dengan empat kekalahan beruntun di semua kompetisi — catatan terburuk sepanjang karier manajerial Guardiola, kecuali melalui adu penalti.
Saat ini, Manchester City berada di posisi kedua Premier League, tertinggal lima poin dari Liverpool yang memimpin klasemen.
Meski begitu, laporan pada Selasa lalu mengindikasikan bahwa Guardiola, yang telah memenangkan 18 trofi bersama The Citizen sejak bergabung pada 2016, termasuk enam gelar Premier League, memilih untuk bertahan.
Hal ini tetap terjadi, meski Direktur Sepak Bola, Txiki Begiristain, satu di antara sekutu dekat Guardiola, telah mengonfirmasi akan meninggalkan Manchester City pada akhir musim. Ia digantikan oleh Hugo Viana, mantan pemain Newcastle yang saat ini menjadi direktur olahraga Sporting Lisbon.
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Alasan Bertahan
Guardiola, yang membawa The Citizen meraih treble Premier League, Piala FA, dan Liga Champions pada 2023, awalnya berencana menjadikan musim ini sebagai yang terakhir. Namun, ia mengubah pikirannya.
"Sekarang saya tidak bisa pergi," ujar Guardiola dalam wawancara di situs resmi klub setelah menyetujui perpanjangan kontrak hingga 2027.
"Mungkin empat kekalahan itu alasan mengapa saya merasa tidak bisa pergi."
"Sejak awal musim saya banyak berpikir. Saya akan jujur, saya merasa (musim ini) seharusnya menjadi yang terakhir. Tetapi, dengan situasi yang terjadi, masalah yang kami hadapi bulan lalu, saya merasa sekarang bukan waktu yang tepat untuk pergi. Saya tidak ingin mengecewakan klub," tegasnya.
Ia juga mengungkapkan rasa percaya diri yang diberikan oleh Manchester City Chairman, Khaldoon Al Mubarak, Txiki Begiristain, dan seluruh pihak di klub.
"Saya merasakan dukungan mereka, dan saya merasa harus melanjutkannya," ucap pelatih berusia 53 tahun itu.
Advertisement
Banyak PR
Guardiola menyebut treble pada 2023 sebagai "impian yang menjadi kenyataan" dan menganggap empat gelar Premier League berturut-turut sebagai "sesuatu yang luar biasa".
Meski begitu, ia menekankan bahwa masih ada pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengembalikan Manchester City ke performa terbaik.
"Kami memiliki masa lalu, pelajaran, dan kesalahan yang telah kami atasi untuk sampai pada momen di mana kami lebih stabil dan konsisten," ujarnya.
"Kami harus memulihkan itu karena saat ini kami belum memilikinya, dan itu adalah target yang harus dicapai."
Fokus Berikutnya
Dalam pernyataan awalnya di situs resmi klub, Guardiola menyatakan bahwa Manchester City memiliki arti yang sangat besar baginya.
"Saya memiliki perasaan yang sangat spesial untuk klub ini. Itulah mengapa saya sangat bahagia bisa bertahan dua musim lagi," kata Guardiola,
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pemilik klub, Khaldoon Al Mubarak, chairman Ferran Soriano, Txiki Begiristain, dan para penggemar atas dukungan mereka.
"Saya telah mengatakan ini berkali-kali sebelumnya, tetapi saya memiliki segalanya yang diinginkan seorang manajer, dan saya sangat menghargainya. Semoga sekarang kami bisa menambah lebih banyak trofi ke koleksi yang telah kami miliki. Itu akan menjadi fokus saya," ucap Guardiola.
Sumber: France 24
Advertisement