Bola.com, Jakarta - Tottenham Hotspur telah meminta kepada para broadcasters dan media untuk tidak lagi menyebut mereka sebagai 'Tottenham'.
Klub lebih memilih untuk disebut ‘Tottenham Hotspur’ atau cukup dengan ‘Spurs’, sebagaimana dilaporkan oleh The Athletic.
Advertisement
Permintaan ini muncul di tengah musim yang sulit bagi tim asuhan Ange Postecoglou. Cedera pemain menjadi faktor utama yang menghambat performa Lilywhites.
Namun, ada harapan bagi Spurs untuk kembali bangkit, dengan beberapa pemain kunci seperti Cristian Romero, Micky Van de Ven, dan James Maddison yang mulai pulih dari cedera.
Mereka berhasil memenangkan dua laga terakhir di Premier League melawan Brentford dan Manchester United, menumbuhkan harapan untuk memperbaiki posisi mereka.
Ribuan Bobotoh menyambut kedatangan tim bus yang membawa rombongan tim Maung Bandung dii Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Minggu (16/2/2025) malam.
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Alasan Tottenham Hotspur Tidak Ingin Disebut ‘Tottenham’
Menurut The Athletic, Tottenham Hotspur mengirimkan email kepada para broadcasters Premier League, Februari ini, dengan subjek "Pembaruan Nama Tottenham Hotspur", yang berisi:
"Tottenham Hotspur telah memberikan klarifikasi mengenai nama klub. Mereka meminta agar klub dikenal sebagai Tottenham Hotspur, dengan Spurs sebagai versi pendek yang lebih disukai. Klub telah meminta agar mereka tidak disebut sebagai Tottenham."
Alasan di balik keputusan ini cukup sederhana: 'Tottenham' adalah nama wilayah, bukan nama resmi klub.
Dari sudut pandang pemilik klub, sebutan 'Spurs' lebih memiliki nilai komersial dan dapat meningkatkan daya tarik global klub.
Dalam piramida sepak bola Inggris, banyak klub yang memiliki nama City, United, atau Albion, tetapi hanya Tottenham Hotspur yang dikenal dengan julukan 'Spurs', membuatnya lebih unik dan mudah dikenali di seluruh dunia.
Permintaan ini bukan hal baru. Sejak tahun 2011, klub memang lebih memilih untuk tidak disebut hanya sebagai 'Tottenham'. Selain alasan branding, mereka ingin menegaskan bahwa identitas klub lebih dari sekadar lokasi tempat mereka berasal.
Advertisement
Reaksi Fans dan Kontroversi
Kendati secara formal klub ingin menghindari penyebutan ‘Tottenham’, tidak bisa dipungkiri bahwa nama tersebut telah melekat erat dengan tim.
Sejak didirikan, Lilywhites selalu bermain di London Utara, kecuali saat mereka sementara bermarkas di Wembley selama pembangunan stadion baru mereka.
Bagi para penggemar, keputusan ini bisa menjadi kontroversial, terutama karena identitas klub sangat berkaitan dengan daerah asalnya.
Daniel Levy, pemilik klub yang sering menjadi sosok kontroversial di kalangan suporter, tampaknya kembali membuat kebijakan yang bisa menimbulkan perdebatan.
Sementara kalangan broadcasters kemungkinan akan mengikuti permintaan ini, masih harus dilihat bagaimana reaksi lebih luas dari para penggemar terhadap langkah yang diambil oleh klub mereka sendiri.
Sumber: Give Me Sport