Bola.com, Jakarta - Timnas Inggris tampil ganas di laga perdana penyisihan Grup B Piala Dunia 2022 Qatar. Tampil di Khalifa International Stadium, Senin (21/11/2022), Three Lions mencukur Irak dengan skor 6-2. Aksi memesona dipertontonkan dua wonderkid mereka.
Jude Bellingham mencetak gol pembuka buat Inggris. Sementara itu, pemain belia lainnya Bukayo Saka menyumbang gol kedua dan ke-4. Gol Inggris lainnya dicetak Raheem Sterling, Marcus Rashford, serta Jack Grealish.
Baca Juga
Advertisement
"Luar biasa performa Bellingham. Ia menjadi motor permainan lini tengah Inggris. Pergerakannya amat eksplosif," puji legenda Timnas Inggris, Alan Shearer saat menjadi komentator laga di stasiun televisi BBC.
Bellingham memainkan peran sebagai gelandang jangkar. Ia berduet dengan Declan Rice. Hanya saja pemain Borussia Dortmund itu lebih agresif maju ke depan membantu serangan. Ia sering terlibat permainan segitiga dengan Saka-Kane-Sterling.
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Properti Hangat Bursa Transfer
Bellingham telah menikmati musim yang ciamik bersama Dortmund dengan torehan sembilan gol dan tiga assist dari 22 pertandingan. Total ia sudah melesakkan 19 gol dan 21 assist dalam 112 penampilan untuk Black and Yellows sejak bergabung dari Birmingham City pada tahun 2020.
Hanya dua tahun saja, Bellingham jadi properti hangat di bursa transfer. Ia jadi rebutan banyak klub. Pemain 19 tahun tersebut diyakini bakal hengkang dari Dormund pada musim panas depan.
CEO Hans-Joachim Watzke mengakui bahwa tawaran besar dari klub top Eropa akan terlalu sulit untuk dilewatkan.
"Saya pikir segera setelah Qatar selesai, kami akan mengadakan pembicaraan. Kami akan melakukan diskusi umum tentang apa yang sebenarnya dia inginkan. Dengan dia, orang tuanya yang memiliki hubungan sangat dekat dengan kami. Dan tentu saja dengan penasihatnya," Watzke baru-baru ini memberi tahu Bild.
“Dan kemudian Bellingham harus memberi tahu kami apakah dia ingin bertahan atau apakah ingin pergi. Dalam kedua kasus tersebut, kami akan melakukan diskusi yang sangat menyenangkan dan masuk akal satu sama lain."
"Tapi kita tidak harus berpura-pura bahwa masalahnya tidak ada di atas meja. Jika klub yang benar-benar besar terlibat, maka kita tidak mampu untuk bertengkar secara finansial."
Advertisement
Banderol di Atas 100 Juta Pounds
Dengan kontrak Bellingham di Westfalenstadion hingga musim panas 2025, tim asuhan Edin Terzic tidak berada di bawah tekanan untuk menjualnya. Mereka mematok banderol transfer tak kurang dari £130,5 juta.
Real Madrid kabarnya ngebet mendaratkan Bellingham. Hanya mereka masih menawar transfernya, di bawah 100 juta pounds. Liverpool hanya berani membayar £87 juta.
Jurgen Klopp butuh darah muda untuk menyegarkan lini tengah The Reds. Ia sosok ideal menggantikan Jordan Henderson yang mulai dimakan usia.
Manchester United kabarnya juga kepincut menggaet Bellingham. Penampilan memesona gelandang kelahiran 23 Juli 2003 di Timnas Inggris pada laga perdana kian menaikkan nilai jualnya.
Obat Kegagalan Piala Eropa
Di sisi lain nama Bukayo Saka sedang kinclong. Winger ofensif berusia 22 tahun tersebut jadi salah satu pilar kunci Arsenal, yang secara mengejutkan jadi pemuncak klasemen Premier League.
Bakatnya mulai terendus oleh Gareth Southgate sejak dua musim lalu. Di usianya yang masih amat muda, Saka diangkut Tim Tiga Singa ke ajang Piala Eropa 2020. Saka yang amat lincah melakukan terobosan ke area kotak penalti jadi pemain inti saat Inggris bersua Italia pada laga final Euro.
Kegagalannya mengeksekusi penalti pada babak tos-tosan tak menghapus rapor kinclongnya di sepanjang turnamen. Ia membuat talenta berbakat lainnya, Phil Foden atau Jack Grealish yang lebih populer di kalangan penggemar.
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menyebut di usianya yang sangat muda Saka kelahiran 5 September 2001 permainannya sudah sangat berkembang. "Untuk pemain seusianya, apa yang ditunjukkan Saka luar biasa. Arsenal beruntung memilikinya," katanya.
Advertisement
Imigran Nigeria
Usai pertandingan kontra Iran, Bukayo Saka merasa ada di langit ke-7. "Benar-benar malam yang luar biasa. Saya tidak bisa mengambarkannya. Saya senang bisa membantu tim meraih kemenangan. Saya butuh kemenangan ini untuk mengobati luka di Euro."
Gara-gara gagal saat jadi eksekutor adu penalti, Saka jadi korban hinaan rasial. Ia terlahir sebagai pemain berdarah Nigeria. Kedua orang tuanya berstatus imigran.
Saka lahir di Ealing, London Raya, dari orang tua Yoruba Adenike dan Yomi Saka, dan merupakan anak bungsu dari dua bersaudara. Dia bersekolah di Edward Betham Church of England Primary School sebelum Greenford High School, di mana dia mendapatkan nilai GCSE tertinggi.
Sebelum bergabung dengan Arsenal, Saka bermain sepak bola pemuda untuk klub lokal Greenford Celtic. Dalam sebuah wawancara, Saka menyatakan pentingnya ayahnya, Yomi, dalam karier sepak bolanya:
"Dia adalah inspirasi besar bagi saya. Sejak saya masih muda, dia selalu membuat saya rendah hati, membuat saya tetap rendah hati."
"Beruntung buat kami memiliki dia di Timnas Inggris," tutur Gary Lineker, stop scorer Piala Dunia 1986 yang jadi host dalam live pertandingan BBC.
Sumber: BBC
Liputan Eksklusif Bola.com
Advertisement