Bola.com, Bandung - Pemkot Surabaya secara resmi telah menggelar turnamen antar kampung (tarkam) yang dimulai sejak Selasa (3/10/2023). Agenda ini dibuat untuk menyemarakkan Piala Dunia U-17 2023 yang akan digelar di Kota Pahlawan mulai 10 November mendatang.
Kepala Disbudporapar Kota Surabaya, Wiwiek Widayati, mengatakan sebenarnya turnamen antar kelurahan ini sebenarnya untuk menyemarakkan Piala Dunia U-17. Turnamen internasional ini dapat mendorong semangatnya anak-anak muda Surabaya lewat tarkam.
Baca Juga
Advertisement
“Oleh karena itu, melalui turnamen sepak bola antar kelurahan ini yang nantinya akan dilanjutkan ke tingkat kecamatan, diharapkan benar-benar meledakkan semangat anak muda Surabaya untuk terus cinta kepada olahraga, khususnya sepak bola,” kata Wiwiek.
Dia juga menjelaskan bahwa sebelum tarkam kelurahan ini digelar, pihak panitia sudah menggelar technical meeting (TM) tentang turnamen tersebut.
Peraturan dan tata tertib bagi para peserta turnamen juga dibuat. Itu termasuk pemain harus ber-KK sesuai kelurahan yang diikuti, mendapatkan rekom dari kelurahan masing-masing, fotocopy akte kelahiran dan juga ijazah SD.
“Jadi, pihak panitia sudah melakukan verifikasi kepada para peserta, karena kita ingin turnamen ini khusus untuk anak-anak saja,” ujar Wiwiek.
--
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Regulasi Lainnya
Regulasi lain juga mengatur jumlah pemain yang harus disiapkan setiap kelurahan itu, yakni berjumlah 18 pemain, yang main 11 orang dan yang 7 orang untuk cadangan.
Sedangkan untuk lamanya pertandingan 25x2 menit dengan istirahat 10 menit. Peraturan lainnya, para pemain dan officialnya diwajibkan datang 30 menit sebelum pertandingan.
“Sistem pertandingannya menggunakan sistem gugur, sehingga nanti apabila sampai akhir pertandingan skor imbang, maka langsung dilakukan tendangan penalti,” ucap Wiwiek.
“Kami juga minta secara tegas kepada official untuk bertanggung jawab atas timnya dan kami melarang melakukan perbuatan anarkis yang mengakibatkan kericuhan,” imbuhnya.
Advertisement
Untuk Semarakkan Piala Dunia U-17
Dalam praktiknya, rupanya para pemain itu diseleksi dulu di tingkat kelurahan, setelah melewati proses dari tingkat RT dan RW. Bahkan, ada anak-anak yang tergabung ke dalam SSB. Setelah terkumpul perwakilan dari kelurahan, lalu mereka bertanding antar kelurahan.
“Nah, yang menang antarkelurahan ini akan bertanding antarkecamatan. Yang menang nanti akan ada hadiahnya tapi sekali lagi ini adalah fun game untuk menyemarakkan Piala Dunia U-17,” ujar Wiwiek.
“Tapi yang paling penting lagi adalah kita bisa menemukan bibit-bibit unggul Surabaya dalam dunia sepak bola,” tuturnya.