Bola.com, Jakarta - Pengalaman bintang Manchester City, Phil Foden, ketika memperkuat Timnas Inggris U-17 di Piala Dunia U-17 2017 layak menjadi pelajaran bagi para pesepak bola muda yang tengah merintis kariernya.
Pasalnya, kiprah luar biasa yang kini diukir Phil Foden di Liga Inggris memang tak bisa dilepaskan dari pengalamannya ketika terjun di Piala Dunia U-17 2017. Foden mengakui, ajang ini berdampak positif pada perkembangannya ketika masih muda.
Baca Juga
Advertisement
Salah satu alasannya ialah karena para pemain seusianya harus bisa menghadapi tekanan yang luar biasa ketika bertanding di hadapan puluhan ribu pasang mata. Apalagi, saat itu Piala Dunia U-17 berlangsung di India.
“Itu sangat besar, bukan hanya bagi saya, tetapi bagi seluruh tim. Kami masih sangat muda dan belum bermain di depan begitu banyak penggemar,” kata Foden saat menjalani wawancara bersama FIFA.
“Kami harus merasakan tekanan dalam pertandingan besar melawan tim-tim terbaik yang saat itu tampil di Piala Dunia U-17 2017,” imbuhnya.
==
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Pengalaman Berkesan di Final
Partai final yang mempertemukan Inggris dan Spanyol di Piala Dunia U-17 2017 juga meninggalkan kesan mendalam bagi pemain berusia 23 tahun itu. Sebab, saat itu, penonton yang hadir mencapai 66 ribu pasang mata.
Foden sempat menduga bahwa fans yang hadir akan mendukung tim lawan. Namun, ternyata yang terjadi di luar dugaan. Sebagian besar fans justru memberikan sokongan untuk skuad muda The Three Lions.
“Penontonnya sangat istimewa. Saya pikir, di final akan ada lebih banyak fans Spanyol, tetapi rasanya seluruh stadion mendukung kami,” ujar pemain yang sudah mengoleksi lima gelar Liga Inggris bersama Man City itu.
“Saya bisa mendengar mereka berteriak, ‘Inggris, Inggris!’ dan mereka menjadi gila. Itu sungguh menjadi pengalaman yang luar biasa di usia yang begitu muda,” tambahnya.
Advertisement
Bantu Perkembangan Karier
Bagi Foden, pengalamannya tampil di Piala Dunia U-17 2017 punya peran penting bagi perkembangan kariernya. Apalagi, saat itu dia sukses tampil menawan dengan mencetak dua gol di partai final.
Kiprah itulah yang membuat Foden bisa bermain lebih nyaman ketika memperkuat Man City. Sebab, dia mampu dengan mudah mengatasi tekanan tinggi saat harus tampil di Etihad Stadium.
“Bagi saya pribadi, Piala Dunia U-17 2017 jelas membantu saya untuk bisa bermain untuk Manchester City. Tampil di sana ketika Etihad penuh dan tidak merasakan tekanan dan menjadi diri saya sendiri,” ujarnya.
Raih Penghargaan
Jika berbicara soal kontribusi gol, jumlah yang dibukukan Foden memang tak begitu mentereng. Sepanjang turnamen, dia memang hanya bisa mengepak tiga gol untuk Timnas Inggris U-17.
Jumlah ini masih kalah dari striker yang kini bermain untuk Sheffield United, Rhian Brewster, yang sukses menyabet penghargaan Golden Boot alias Top Scorer Piala Dunia U-17 2017 dengan koleksi sembilan gol.
Kontribusi istimewa Foden untuk Timnas Inggris U-17 pun membuahkan hasil manis. Setelah membawa timnya meraih gelar juara, dia dianugerahi Golden Ball sebagai Pemain Terbaik di kejuaraan ini.
Sumber: FIFA
Advertisement