Bola.com, Jakarta - Jakarta International Stadium (JIS) akhirnya menjalani debut di turnamen resmi. Stadion yang terletak di bagian utara Jakarta itu menjadi salah satu venue Piala Dunia U-17 2023.
Beberapa pertandingan pun sudah dihelar di Jakarta International Stadium. Namun, publik cukup kecewa, terutama dengan kondisi rumput stadion berkapasitas 82 ribu kursi itu.
Baca Juga
Erick Thohir Siap Mundur, Akan Evaluasi Besar-besaran setelah Timnas Indonesia Vs Arab Saudi, Termasuk soal Shin Tae-yong
Erick Thohir tentang Cedera Kevin Diks dan Terancam Absen Bela Timnas Indonesia Vs Arab Saudi: Usaha Recovery, FC Copenhagen Kehilangan
Ole Romeny Tetap Yakin Dinaturalisasi ketika Ditanya Erick Thohir Setelah Timnas Indonesia Kalah 0-4 dari Jepang: Anak Medan
Advertisement
Dari tayangan langsung di televisi maupun melalui streaming, rumput JIS memang tak sehijau tiga stadion lain di Piala Dunia U-17 2023. Dengan intensitas pertandingan yang tinggi, kondisi rumput itu dikhawatirkan bisa memburuk.
Wakil ketua PSSI, Ratu Tisha Destria berbicara mengenai kondisi itu. Tisha menyebut JIS memang memiliki kondisi yang spesial.
Indonesia dinilai perlu mendatangkan banyak alat-alat khusus dari Eropa dan Australia agar mampu menyediakan rumput dengan proses penempatan rumput terbaik di JIS.
Bahkan, proses penempatan rumput JIS merupakan metode terbaru yakni menggunakan roll, bukan metode sebelumnya yakni patch atau pengubinan.
---
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Pertama Kali
Ratu Tisha menyebut metode itu sangat baru digunakan di Indonesia. Bahkan JIS menjadi satdion pertama yang mendapatkan perlakukan dengan metode tersebut.
Selain itu, Tisha menjelaskan beberapa kendala yang dihadapi JIS jelang Piala Dunia U-17 2023. Satu di antaranya adalah mepetnya waktu persiapan.
“Untuk metode rolling ini juga merupakan metode terbaru dan pertama diterapkan dalam lapangan Indonesia. Waktu yang diberikan memang singkat tetapi ini adalah usaha paling maksimal, dan kami bersyukur semua pihak telah memberikan izin untuk menggelar pertandingan, dan diputuskan semua lapangan layak, termasuk JIS,” kata Tisha.
Advertisement
Masukan Positif
Lebih lanjut, Ratu Tisha berharap semua pihak untuk fokus dalam memberikan masukan positif. Harpannya, seluruh dunia bisa melihat kekompakan Indonesia dalam penyelenggaran event dunia sekelas Piala Dunia U-17 o023.
“Tentunya kami dari penyelenggara akan terus lakukan improvement. Kami berharap semua pihak fokus pada kemeriahan dari FIFA World Cup U-17 ini. Di JIS, kita menyaksikan Iran mampu comeback saat melawan Brazil, dan Inggris mampu mencetak 10 gol-gol spektakuler,” tandasnya.