Sukses


Kepemilikan Mbappe di Caen Berantakan, Dapat Peringatan: Klubmu Sedang Sekarat dan Akan Mati!

Klub Klylian Mbappe, SM Caen, sedang menghadapi situasi sulit, terancam degradasi ke divisi ketiga Liga Prancis pertama kalinya dalam 41 tahun.

Bola.com, Jakarta - Awal karier Kylian Mbappe di Real Madrid berjalan sesuai impian, tetapi kepemilikannya atas SM Caen justru berubah menjadi mimpi buruk.

Pemain berusia 26 tahun itu menjadi pemilik mayoritas klub Ligue 2 tersebut pada Juli 2024. Namun, musim pertamanya sebagai pemilik klub jauh dari kata sukses.

Setelah mencetak hattrick untuk menyingkirkan Manchester City dari Liga Champions di tengah pekan lalu, Mbappe kembali ke Prancis, Kamis kemarin, untuk mengunjungi Caen.

Saat tiba, pemenang Piala Dunia 2018 itu disambut oleh para penggemar dan media di tengah ancaman degradasi ke divisi ketiga Liga Prancis untuk pertama kalinya dalam 41 tahun.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 4 halaman

Luapan Kemarahan Suporter

Para pendukung sempat meluapkan kemarahan mereka pada Desember lalu setelah Kylian Mbappe memecat pelatih Nicolas Seube.

Mereka bahkan membentangkan spanduk bertuliskan "SMC bukan mainanmu".

Penggantinya, Bruno Baltazar, juga diberhentikan dari jabatannya pada Selasa, membuat para penggemar makin khawatir bahwa klub kesayangan mereka benar-benar akan terdegradasi.

Pada pertandingan pertama di bawah kepemimpinan pelatih baru Michel Der Zakarian, Caen hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Pau (22-2-2025), membuat mereka tetap berada di dasar klasemen dan terpaut 10 poin dari zona aman.

Ini adalah situasi yang kontras dengan pencapaian mereka musim lalu, di mana mereka finis di posisi keenam.

3 dari 4 halaman

Memotivasi Para Pendukung

Sebelum pertandingan, Mbappe berusaha mengangkat semangat para suporter dan meminta mereka tetap percaya pada proyek yang sedang dibangun.

"Penting bagi saya untuk berada di sini. Saya ingin menunjukkan dukungan saya, berkomunikasi dengan semua orang, dan memastikan bahwa mereka tahu bisa mengandalkan saya, terutama dalam situasi seperti ini," ujarnya.

"Jika saya ada di sini, itu karena saya percaya pada proyek ini. Saya ingin datang lebih awal, tetapi itu tidak memungkinkan. Saya mengatakan kepada mereka bahwa saya mendukung mereka dan mereka harus tetap percaya. Saya melihat tim yang belum menyerah dan ingin mengubah keadaan."

"Saya pikir dengan kualitas tim dan dukungan para fans, segalanya bisa berubah, dan saya berharap ini menjadi titik balik. Dalam sepak bola, kita tahu bahwa tidak ada yang mustahil."

"Saat ini, tim kekurangan kepercayaan diri, tetapi saya yakin satu hasil positif bisa mengubah dinamika tim. Saya memahami frustrasi para penggemar, saya juga telah berbicara langsung dengan mereka, karena saya belum pernah mengalami situasi seperti ini sebelumnya," tutur mantan bintang Paris Saint-Germain (PSG) ini.

"Wajar mereka marah, tetapi para fans tetap datang mendukung dan memenuhi stadion. Tugas kami adalah memberikan yang terbaik," imbuhnya.

4 dari 4 halaman

Kritik Pedas

Namun, pernyataan Mbappe tidak diterima dengan baik oleh mantan bintang PSG, Jerome Rothen, yang pernah dua kali membela Caen. Ia secara terbuka mengkritik Mbappe atas cara kepemimpinannya.

"Situasi di Caen sudah sangat kritis. Klub ini mengalami kesulitan serius di semua lini. Sejak Mbappe mengambil alih, manajemennya bermasalah," kata Rothen dalam wawancara dengan RMC Sport.

"Dia memiliki kesempatan untuk datang dan menjelaskan visinya kepada para pemain, staf, atau bahkan wali kota tentang rencananya di Stade Malherbe, tetapi dia tidak melakukannya."

"Saat dia memiliki hari libur, dia bisa saja pergi ke Caen, bukannya ke Swedia. Sekarang semuanya sudah terlambat," sindirnya.

"Klub ini sedang sekarat, dan akan mati. Mereka akan terdegradasi ke National League dan beruntung jika bisa bangkit kembali," imbuh Rothen, juga eks pemain Caen yang kini menjadi pundit.

 

Sumber: Talksport

Selanjutnya: Luapan Kemarahan Suporter

Video Populer

Foto Populer